Setahun Pandemi, Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Kota Bogor

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kata

    Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

    TEMPO.CO, Bogor – Ara Wiraswara masih ingat betul hari-harinya sebagai pasien Covid-19 pertama di Kota Bogor setahun lalu. Pria yang merupakan aparatur sipil negara atau ASN di Pemkot Bogor itu terpapar setelah menemani Wali Kota Bima Arya kunjungan ke Azerbaijan dan Turki. Bima Arya setelah kunjungan itu juga terpapar Corona.

    Ara mengatakan setelah menemani Bima Arya lawatan, saat tiba di Tanah Air ia merasakan demam dan sekujur tubuhnya merasakan ngilu. Saat itu ia mengatakan tak berpikir terpapar virus yang pertama kali merebak di Wuhan, Cina itu.

    Namun setelah melakukan swab test, Ara mendapat kabar buruk. Ia positif Covid-19. Ia pun mulai merasa khawatir dan takut. “Saat diberitahu positif, saya mulai stres. (yang dirasakan) awalnya hanya demam dan nyeri badan, kemudian timbul sesak nafas,” ucap Ara.

    Ia pun kemudian dilarikan ke rumah sakit sebagai penderita Covid-19 pertama di Kota Bogor. Ara menjalani hari-hari yang berat selama berada di ruang perawatan rumah sakit. Pria kelahiran Lebak, 2 Oktober 1981 itu mengatakan sempat drop saat dirawat.

    Baca juga: Update per 1 Maret, Kasus Positif Covid-19 Bertambah 6.680

    Untuk menyiasati stres, Ara pun membuat jadwal aktivitas sehari-hari di kamar isolasi. Satu yang sering dilakukan adalah menulis. "Untuk hindari jenuh,” kata Ara. Selain itu dia juga menjaga jarak dengan media sosial. Ia pun rajin melakukan ibadah.

    Selama di rumah sakit dan saat isolasi mandiri di rumah, Ara harus melakukan swab test sebanyak 17 kali. “Sampai akhirnya, tiga kali tes terakhir saya negatif. Saya dinyatakan selesai dengan Covid-19,” kata Ara.

    Setelah mengalami masa-masa tersulit itu, Ara kemudian mulai bangkit. Bersama beberapa penyintas, Ara mendirikan Temanco. Ini adalah komunitas yang siap menjadi teman bagi para pasien Covid-19. Ara memahami bahwa pasien membutuhkan teman untuk melewati hari-hari selama dirawat.

    Temanco pun menjadi wadah untuk teman ngobrol bagi para pasien Covid-19. "Kami rasakan betul saat menjadi pasien dan isolasi, jadi ini awal alasannya kenapa Temanco berdiri," kata dia.

    Kehadiran Temanco dirasakan betul manfaatnya oleh Ruri Aryatullah. Jurnalis sebuah media di Bogor ini mengatakan saat ia menjadi pasien Covid-19 orang pertama yang dihubungi adalah Ara. “Saat itu kan saya ngerasain stress, saya hubungi kang Ara. Alhamdulillah beliau dan Temanco bantu saya,” kata Ruri.

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.