Ke Asosiasi Travel, Menhub: Pergerakan Memang Dibatasi, tapi Jangan Menyerah

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya (ketiga kiri) meninjau penyuntikkan vaksin COVID-19 bagi lansia, di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Kamis, 1 April 2021. Menteri Perhubungan meninjau penggunaan GeNose C19 sebagai salah satu syarat perjalanan bagi penumpang di masa Pandemi yang mulai diterapkan di sektor perjalanan udara sekaligus meninjau pemberian vaksin COVID-19 bagi lansia dan pelayan publik bandara. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

    Menteri Perhubungan Budi Karya (ketiga kiri) meninjau penyuntikkan vaksin COVID-19 bagi lansia, di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Kamis, 1 April 2021. Menteri Perhubungan meninjau penggunaan GeNose C19 sebagai salah satu syarat perjalanan bagi penumpang di masa Pandemi yang mulai diterapkan di sektor perjalanan udara sekaligus meninjau pemberian vaksin COVID-19 bagi lansia dan pelayan publik bandara. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan sektor pariwisata berkaitan erat dengan konektivitas transportasi sebagai penggerak ekonomi negara. Tak terkecuali di masa pandemi Covid-19 yang berdampak besar di kedua sektor tersebut.

    "Dunia pariwisata sejalan dengan konektivitas transportasi. Kami melihat bahwa ini adalah cara kita lakukan konsolidasi, kita bisa berbuat lebih jauh. Pergerakan memang dibatasi, tapi jangan mudah-mudahnya kita menyerah karena kita bekerja luar biasa," kata Menhub dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Travel Agen Indonesia (ASTINDO), yang digelar secara hibrida, Selasa, 8 Juni 2021.

    Ketika menyinggung soal tantangan di era pandemi seperti pembatasan pergerakan dan aktivitas di luar ruangan secara masif, Menhub mengatakan pembatasan bukan halangan, melainkan sebuah upaya untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

    "Pembatasan mudik, lalu penerbangan internasional kita batasi sehingga tidak ada lagi travel yang di-carter, kami melakukan pengetatan untuk memastikan bahwa negara kita bersungguh-sungguh menghadapi COVID, dan hasilnya mulai terlihat. Ini harus disyukuri. Saya optimis bahwa bangsa Indonesia memahami bahwa ini adalah cobaan, di kala kita memahami cobaan dengan baik, maka kita bisa terus bergerak dengan inovasi," kata dia.

    Menhub mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan baik pemerintah maupun swasta untuk kembali bangkit menggerakkan roda ekonomi dari berbagai sektor di masa pandemi sejalan dengan perintah Presiden RI Joko Widodo.

    "Saya ingin menyampaikan bahwa pemerintah selalu konsisten mendukung swasta bergerak maju. Presiden mendukung, memerintahkan dengan stimulasi semua sektor tak terkecuali Kemenhub. Apa yang dilakukan sekarang? Presiden mengatakan bahwa pandemi harus diselesaikan, tapi kegiatan ekonomi juga harus menjadi concern kita semua," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.