Mengenal Covid-19 Varian Delta dan Gejala-Gejalanya

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketika India keluar dari gelombang kedua Covid yang mematikan, varian Delta plus, versi mutan dari strain Delta yang pertama kali terdeteksi di India, telah ditemukan dalam 22 kasus di tiga negara di India. KREDIT: CCTVPLUS

    Ketika India keluar dari gelombang kedua Covid yang mematikan, varian Delta plus, versi mutan dari strain Delta yang pertama kali terdeteksi di India, telah ditemukan dalam 22 kasus di tiga negara di India. KREDIT: CCTVPLUS

    TEMPO.CO, Jakarta – Kasus Covid-19 di dunia tak kunjung usai hingga kini. Tingkat keparahan kasus tersebut diperparah dengan jumlah terinfeksi yang semakin meningkat tiap harinya. Kini, kasus Covid-19 kembali diperparah dengan adanya varian baru, yaitu Covid-19 varian Delta.

    Dilansir dari web resmi World Health Organization, sebuah virus akan terus berevolusi setiap waktunya. Evolusi tersebut juga terjadi pada virus SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. Ketika berevolusi, virus akan membuat replika dari dirinya sendiri. Replika tersebut biasanya berbeda dengan virus aslinya. Perbedaan antara replika dan virus asli ini disebut sebagai mutasi. Virus dengan satu atau lebih mutasi disebut sebagai varian baru virus. Jadi, Covid-19 varian Delta merupakan virus Covid-19 dengan beberapa mutasi.

    Lantas, apa saja perbedaan Covid-19 varian Delta dengan varian lainnya? Mengutip dari The Guardian, Covid-19 varian Delta diprediksi lebih mudah menular dibandingkan dengan varian Alpha dan Beta. Beberapa riset mengungkapkan bahwa varian Delta lebih menular sebanyak 43 persen hingga persen dibandingkan varian lainnya. Hal ini membuat social distancing menjadi kurang berguna untuk menangani Covid-19 varian Delta.

    Covid-19 varian Delta diperkirakan juga lebih mudah untuk menjangkiti anak muda. Studi di Inggris menemukan bahwa varian Delta 2,5 kali lebih mudah menjangkiti usia 50 ke bawah dibandingkan usia 50 ke atas. 

    Selain itu, Covid-19 varian Delta juga mempunyai respons yang berbeda terhadap vaksin apabila dibandingkan dengan varian lainnya. Studi dari Public Health England mengungkapkan bahwa vaksin Pfizer dan AstraZeneca tidak mampu menawarkan proteksi yang besar terhadap varian Delta dibandingkan dengan varian alpha. Vaksin yang ditujukan kepada virus varian alpha mampu menawarkan proteksi sebesar 50 persen. Sementara itu, vaksin yang ditujukan kepada varian Delta hanya mampu menawarkan proteksi sebesar 30-36 persen.

    Varian Delta juga berbeda dari segi gejala yang ditimbulkan. Sebagaimana dilansir dari WebMD, gejala yang ditimbulkan oleh varian Delta, antara lain sakit kepala, tenggorokan sakit, demam, dan pilek berat. Gejala tersebut berbeda dengan varian Alpha dan Beta yang erat dengan gejala batuk dan hilangnya indra penciuman.

    Covid-19 varian Delta ternyata memiliki perbedaan yang cukup banyak dari varian sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan bahwa protokol kesehatan baru akan dikampanyekan guna menghadapi varian ini. Meskipun demikian, protokol kesehatan konvensional seperti memakai masker dan jaga jarak tentu masih harus dipatuhi.

    BANGKIT ADHI WIGUNA

    Baca juga: Gejala dan Bahaya Covid-19 Varian Delta yang Perlu Diwaspadai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.