Ingin Donor Plasma Konvalesen? Ini Syaratnya

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga yang juga penyintas COVID-19 melakukan donor plasma konvalesen di Kantor PMI DKI Jakarta, Senin, 15 Februari 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga yang juga penyintas COVID-19 melakukan donor plasma konvalesen di Kantor PMI DKI Jakarta, Senin, 15 Februari 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta – Kasus Covid-19 di Indonesia semakin meningkat. Dilansir dari laman resmi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, hingga hari ini, sebanyak 1.989.909 orang telah terinfeksi Covid-19. Peningkatan kasus tersebut tentu menuntut hadirnya inovasi baru guna menanganinya. Salah satu inovasi yang hadir adalah donor plasma konvalesen.

    Mengutip dari laman Unit Donor Darah Pusat PMI, donor plasma konvalesen adalah metode pengambilan darah plasma dari penyintas Covid-19. Darah plasma tersebut kemudian akan digunakan sebagai terapi bagi pasien Covid-19 yang belum sembuh. Plasma dari penyintas Covid-19 mengandung antibodi terhadap virus SARS-CoV-2. Antibodi inilah yang akan ditransmisikan ke dalam tubuh pasien Covid-19 sebagai terapi penyembuhan.

    Pemberian plasma darah sebagai sarana pengobatan bukanlah hal yang baru. Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, penggunaan plasma darah penyintas infeksi virus sebelumnya pernah dilakukan pada wabah Flu Babi, Ebola, SARS, dan MERS.

    Meskipun demikian, terapi plasma konvalesen hanya boleh dilakukan dalam kondisi darurat saja. Hal ini disebabkan oleh kurangnya bukti yang mendukung efektivitasnya. Oleh karena itu, sebelum diresmikan, terapi ini sempat masuk uji klinis oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. 

    Kini, PMI telah membuka akses terapi ini bagi masyarakat Indonesia. Berikut adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi pendonor:

    1. Sehat
    2. Berat badan 55 kg
    3. Berusia 18-60 tahun
    4. Disarankan laki-laki
    5. Sudah sembuh dari Covid-19
    6. Bebas gejala selama 14 hari setelah sembuh
    7. Memperlihatkan hasil RT PCR negative 1 kali

    Penyintas Covid-19 yang telah memenuhi syarat-syarat tersebut dapat menghubungi Unit Donor Darah PMI. Terkait dengan waktu pemeriksaan dan pengambilan sampel darah, petugas PMI yang akan mengaturnya. Apabila penyintas memenuhi syarat, pengambilan darah akan dilakukan dengan metode apheresis. 

    Sebagaimana dilansir dari University of California Health, donor apheresis adalah metode donor yang bertujuan untuk mengambil salah satu komponen darah saja, seperti sel darah atau plasma. Pengambilan komponen tersebut menggunakan alat khusus, yang disebut alat apheresis. Dengan metode donor ini, plasma darah pasien Covid-19 yang mengandung antibodi akan diambil.

    Donor plasma konvalesen tentunya menjadi angin segar di tengah parahnya kasus Covid-19 di Indonesia. Inovasi ini memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Namun, perlu dicatat bahwa plasma konvalesen merupakan upaya pengobatan, bukan pencegahan. Upaya pencegahan Covid-19 kembali lagi kepada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

    BANGKIT ADHI WIGUNA

    Baca juga: Donor Plasma Konvalesen, Diutamakan Laki-laki dan Menunjukkan Gejala Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.