Polisi Kembali Bongkar Prostitusi Anak di Apartemen Kalibata

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi prostitusi anak. shutterstock.com

    Ilustrasi prostitusi anak. shutterstock.com

    Jakarta - Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan kembali membongkar praktik prostitusi anak di Apartemen Kalibata City. Kali ini, korbannya satu orang, masih berusia 15 tahun, diduga dieksploitasi oleh AWR, 20 tahun. 

    "Korban dijual kisaran Rp 500 sampai Rp 1 juta sekali kencan," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Achmad Akbar saat dikonfirmasi, Sabtu, 17 Juli 2021. 

    Akbar menerangkan, kasus ini berawal saat korban melarikan diri dari rumahnya akibat masalah keluarga awal Juni lalu. Korban mendapat informasi mengenai suatu perkumpulan yang dapat menampung anak seperti dirinya. 

    Tanpa ia ketahui, sindikat ini memperdagangkan manusia melalui prostitusi. "Ada orang yang bertugas menjaring atau mencari, ada yang ditugasi menampung, ada yang tugasnya menyalurkan atau menawarkan jasa seksual," ujar Akbar. 

    Setelah korban kabur dari rumah, keluarga membuat laporan polisi. Dari hasil pelacakan, polisi menemukan korban di aplikasi percakapan MiChat. Aplikasi ini sering digunakan para pelaku prostitusi online menjajakan dirinya. 

    Polisi lalu memesan untuk menjebak korban. Hingga akhirnya pada pertengahan Juli 2021 polisi menemukan korban dan menangkap AWR selaku muncikari

    Kepada penyidik, AWR mengaku menginapkan korban di dua apartemen, yakni di Kalibata dan Jagakarsa. AWR mengaku sama sekali tak mengenal korban sebelumnya. Akbar berjanji akan membongkar lebih dalam sindikat yang menghubungkan antara AWR dengan korban. 

    Polisi menjerat AWR dengan Pasal 76i Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Tersangka prostitusi anak itu terancam pidana penjara paling lama 10 tahun.

    Baca: Prostitusi Online, 75 Orang Ditangkap dalam Penggerebekan Dua Hotel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.